W.E.L.C.O.M.E T.O M.Y B.L.O.G

jAMUAN sEDERHANA sEMOGA bISA mENCERAHKAN hATI dAN pIKIRAN

Sabtu, 30 Juli 2011

30 FADHILAH SHOLAT TARAWIH


30 Fadilah shalat tarawih

Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada :
  1. malam pertama : Allah Swt . akan mengampuni dosanya seperti bayi baru dilahirkan ibunya.
  2. malam ke 2 : Allah Swt akan mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
  3. malam ke 3 : Malaikat akan memanggil dari bawah Arsy dan Allah akan mengampuni dosa-dosanya terdahulu.
  4. malam ke 4 : maka pahalanya seperti pahala orang yang membaca kitab taurat,kitab jabur,kitab injil, dan Kitab Alqur’an
  5. malam ke 5 : Allah Swt akan memberikan pahala seperti orang yang sholat dimasjidil haram dan masjidil aqso
  6. malam ke 6 : Allah Swt akan memberikan pahala seperti orang yang thowaf di baitul ma’mur dan Allah Swt akan mengampuni dosanya.
  7. malam ke 7 : Allah Swt akan memberikan pertolongan seperti pertolongan allah kepada nabi musa A.S dari fir’aun dan Hamman.
  8. malam ke 8 : Allah Swt akan memberikan pahala seperti pahala yang telah Allah berikan kepada nabi Ibrahim As
  9. malam ke 9 : Allah Swt akan memberikan pahala seperti pahala ibdahnya Nabi Muhammad SAW
  10. malam ke 10 : Allah Swt akan memberikan rizki kebaikan dunia akhirat.
  11. malam ke 11 : maka ketika ia keluar dari dunia seperti baru dilahirkan dari perut ibunya.
  12. malam ke 12 : maka ia datang pada hari kiamat dan wajahnya seperti bulan purnama
  13. malam ke 13 : maka ia akan datang pada hari kiamat diselamatkan dari setiap kejelekan .
  14. malam ke 14 : malaikat akan datang dan mereka bersaksi bahwa dia shalat tarawih. Maka allah tidak akan menghisabnya pada hari kiamat.
  15. malam ke 15 : malaikat rohmat , Arsy, dan kursy akan membaca shalawat kepadanya.
  16. malam ke 16 : Allah Swt akan menulisnya bebas dari neraka dan masuk ke dalam surga .
  17. malam ke 17 : Allah Swt akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala para nabi.
  18. malam ke 18 : Malaikat akan memanggilnya : “Wahai Hamba Allah, sesungguhnya Allah Ridho pada engkau.
  19. malam ke 19 : Allah Swt akan mengangkat derajatnya dalam surga firdaus.
  20. malam ke 20 : Allah Swt akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala para sahabat.
  21. malam ke 21 : Allah Swt akan membangun Rumah untuknya disurga yang terbuat dari cahaya.
  22. malam ke 22 : ia akan datang pada hari kiamat dan diselamatkan dari berbagai kesusahan.
  23. malam ke 23 : Allah Swt akan membangun sebuah kota disurga untuknya.
  24. malam ke 24 : Allah Swt akan mengabulkan dari 24 Doanya.
  25. malam ke 25 : Allah Swt akan mengangkat baginya dari siksa kubur.
  26. malam ke 26 : Allah Swt akan mengangkat pahalanya selama 40 tahun.
  27. malam ke 27 : ia akan berjalan di jembatan shirothol mustaqim bagai kilat yang menyambar.
  28. malam ke 28 : Allah Swt akan mengangkatnya 1000 (Seribu) derajat didalam surga.
  29. malam ke 29 : Allah Swt akan mengabulkan 1000 (Seribu) Hajatnya.
  30. malam ke 30 : Allah Swt berfirman, “Wahai Hambaku, makanlah dari buah buahan surga dan mandilah disungai salsabil dan minumlah dari telaga kautsar” kemudian Allah Berfirman : “ aku tuhanmu dan engkau hambaku."

Fadhilah (Keutamaan) Ramadhan

Mendapat Ampunan dari Allah

Abu Hurairah r.a berkata : Nabi Muhammad s.a.w bersabda : “Barang siapa yang puasa bulan Ramadhan karena keimanannya dan benar-benar mengharapkan pahala dari Allah, maka diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhori, Muslim)

Do’a-Do’anya Makbul

“Ada tiga orang yang tidak ditolak do’a mereka: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil dan do’anya orang yang teraniaya. (Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majjah dan Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan).

Syiam Hanya Untuk Allah Dan Hanya Allah Yang Akan Membalasnya.

Bau Mulut Orang Yang Berpuasa Lebih Harum Dari Kasturi.

Mendapat Dua kegembiraan.

Abu Hurairah r.a. berkata telah bersabda Nabi Muhammad s.a.w : “ Allah telah berfirman : “ Semua amalan anak Adam dapat tercampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali puasa, maka itu untukku, dan aku sendiri yang akan membalasnya. Dan puasa itu sebagai perisai, maka seseorang sedang berpuasa, jangan berkata keji atau ribut-ribut, dan kalau seseorang mencaci kepadanya, atau mengajak berkelahi maka hendaknya dikatakan kepadanya : Aku sedang berpuasa. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa bagi Allah lebih harum dari minyak (kasturi). Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan, yaitu ketika ia sedang berbuka puasa, dan ketika ia menghadap kepada Allah akan gembira benar, menerima pahalanya.” (Bukhori, Muslim)

Dijauhkan Dari (Naar) Neraka

Abu Sa’id Al khudri ra. Berkata : Rasulullah saw bersabda: “ Tidak seorang yang berpuasa sehari saja karena Allah melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka jarak 70 tahun.” (HR. Bukhori, Muslim)Di Masukan Jannah (Syurga) Melalui Babur Royyan

Abu Hurairah berkata : Rasulullah saw bersabda : “ Siapa yang bersedekah sejodoh (dua kendaraan) dalam jihad fisabilillah, maka ia akan dipanggil dari semua pintu-pintu syurga, Hai hamba Allah itu baik. Dan barang siapa melakukan sholat, dipanggil dari pintu sholat, dan siapa ahli jihad maka dipanggil dari pintu jihad, dan barang siapa ahli puasa dipanggil dari pintu puasa (arroyyan), dan barang siapa ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” Abu Bakar bertanya : Ya Rasulullah, “apa sebabnya maka ada orang yang dipanggil dari semua pintu-pintu itu (apakah ada orang yang dipanggil dari semua pintu-pintu itu)” Jawab Nabi : “ Ya, dan saya harapkan kau dari golongan mereka.” (HR.Bukhori Muslim)

Ket : Bersedekah sejodoh tidak berarti kendaraan saja, tetapi melakukan segala perbuatan dobel (dua), baik dari sholat wajib dengan sunnahnya atau puasa dan lain-lain.

Naar Ditutup, Jannah Dibuka dan Syaithon Dibelenggu

Abu Hurarah ra berkata Rasulullah saw bersabda: “ Jika tiba bulan puasa Ramadhan maka ditutup pintu neraka, dibuka pintu-pintu jannah dan dibelenggu (dirantai) semua syaiton.” (HR.Bukhori Muslim)

Dimintakan Ampunan Oleh Malaikat.

Para Malaikat akan beristighfar untuk orang-orang yang mengerjakan ibadah puasa hingga mereka berbuka. Para Malaikat adalah hamba-Nya yang dimuliakan di sisi-Nya, sebagaimana Allah mensifati mereka dalam firman-Nya: “…Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim [66] : 6

Jannah Dihiasi Pada Permulaan Ramadhan

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abuhurairah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda: “ Umatku di beri Allah setiap bulan puasa lima macam, yang tidak diberi pada ummat-ummat sebelumnya. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari bau misik (kasturi), Malaikat memintakaan ampun untuk orang yang berpuasa hingga berbuka, Penjahat- penjahat syaiton dibelenggu sehingga mereka tidak leluasa seperti biasanya, Allah menghiasi jannah setiap hari, dan berfirman : Hampir setiap hambaku yang sholeh bebas dari keberatan dan gangguan dan kembali kepadamu, Allah mengampunkan kepada mereka pada akhir malam Ramadhan. Ditanya : Ya, Rasulullah, apakah itu lailatul qadar? Jawabnya : “ Bukan, tetapi seorang buruh dibayar upahnya telah selesai pekerjaannya.”

Mendapat Keridoaan Allah.

Nilai Amalan Sunnah Pada Bulan Ramadhan Sama Dengan Amalan Fardhu di Bulan Lain, Nilai Amalan Fardhu di bulan Ramadhan Sama Dengan 70 Fardhu di Bulan Lain.

Hari-Hari di Awal Ramadhan Rohmat, pertangahannya Ampunan, Terakhirnaya Pembebasan dari Naar

Abul-Lais meriwayatkan dengan sanadnya dari Salman Alfarisi ra berkata: Rasulullah berkutbah pada akhir bulan Sya’ban dan bersabda : “Hai semua manusia, telah tiba kepada kalian bulan yang besar dan berkat, bulan yang menggandung lailatul qodri yang lebih baik dari satu seribu bulan,bulan yang diwajibkan oleh Allah kepada hambanya untuk berpuasa, dengan bangun malam hanya sunnat, maka barang siapa yang mengerjakan yang sunnat pada bulan itu maka sama dengan orang yang mengerjakan amalan yang fardhu di bulan lain, dan yang mengerjakan yang fardhu pada bulan itu bagikan tujuh puluh fardhu di bulan-bulan lain, dan ia bulan sabar, sedang sabar balasannya adalah jannah, dan ia sebagai bulan bantuan dan pertolongan, dan bulan yang ditambahkan rizqi orang mu’min, siapa yang memberi buka puasa pada orang yang brerpuasa mendapat pahala bagikan memerdekaan budak dan menjadi pengampun bagi dosa-dosanya.” Sahabat berkata: Ya Rasulullah tidak semua orang mempunyai makanan untuk memberi buka pada orang yang berpuasa. Jawab Nabi saw : “Allah itu memberi pahala itu pada orang yang memberi buka walau seteguk susu, atau sebiji korma atau segelas air, dan barang siapa yang mengenyangkan orang yang berpuasa, maka ia diampunkan dosa-dosanya dan diberi minum dari telagaku minuman yang tidak akan haus sehingga masuk jannah, dan ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya dirinya sedikit pun, dan bulan ini permulaannya rahmat dan pertengahanya pengampunan dan akhirnya kebebasan dari neraka, dan barang siapa yang meringankan budaknya (buruhnya) maka Allah akan memerdekaan dari api neraka. ”

Dibangunkan Rumah di Jannah dan Akan Dinikahkan Dengan Dua Bidadari

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanad ayahnya dari Ibnu Mas’udr.a. berkata: “Tidak seorang hamba bepuasa Ramadhan dengan tenang diam dam selalu berdzikir, dan melaksanalan yang halal dan meninggalkan yang haram, dan tidak berbuat keji, melainkan ia keluar dari bulan ramadhan sudah diampunkan semua dosa-dosanya, dan dibagunkan untuk tasbih dan tahlil sebuah rumah di jannah dan zamrud yang hijau di dalamnya ada yaqut yang merah di dalam yaqut itu ada khemah dari permata yang berlubang dan di dalamnya ada dua bidadari yang memakai dua gelang emas yang bertaburkan yaqut merah yang dapat menerangi dunia seluruhnya.”

Perbandingan Kelebihan Bulan Ramadhan Dengan Bulan Yang Lain

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda : “ Rajab bulanya umatku dan kelebihanya dari bulan-bulan yang lain bagikan kelebihan umatku dari umat-umat yang lain. Dan sya’ban bulanku dan kekebihanya terhadap lain-lain bulan bagikan kelebihanku atas lain-lain Nabi. Dan Ramadhan bulan Allah dan kelebihannya terhadap lain-lain bulan bagikan kelebihan Allah atas mahluk-Nya.’

Wallahu ‘alam bishowab

Mencari Pendamping Hidup

Suatu malam, Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA keliling keluar masuk lorong kampung mengontrol keadaan rakyatnya, suatu pekerjaan yang rutin dilakukan beliau dalam kapasitas sebagai kepala negara. Tiba-tiba beliau mendengar sebuah percakapan menarik dari rumah seorang wanita penjual susu:“Ayo, bangunlah! Campurkan susu itu dengan air!” “Apakah ibu belum mendengar larangan dari Amirul Mukminin” “Apa larangannya, Nak?” “Beliau melarang umat Islam menjual susu yang dicampur air” “Ah, ayo bangun. Cepatlah kau campur susu ini dengan air. Janganlah engkau takut pada Umar, mana ada dia di sini!” “Memang Umar tidak melihat kita, Bu. Tapi Tuhannya Umar melihat kita. Maafkan ibu, saya tidak dapat memenuhi permintaanmu. Saya tidak ingin jadi orang munafik, mematuhi perintahnya di depan umum, tapi melanggar di belakangnya”.

Dialog ibu dan anak ini sungguh sangat menyentuh Umar. Khalifah yang terkenal keras itu pun luluh dan terharu hatinya. Beliau sangat kagum dengan ketakwaan gadis miskin anak penjual susu itu.Paginya beliau memerintahkan salah seorang putranya (Ashim) untuk meminang gadis miskin tersebut, “Pergilah kau ke sebuah tempat, terletak di daerah itu. Di sana ada seorang gadis penjual susu, kalau ia masih sendiri, pinanglah dia. Mudah-mudahan Alloh akan mengaruniakanmu dengan seorang anak yang shalih yang penuh berkah”.Firasat Umar benar. Ashim menikahi gadis mulia itu, dan dikaruniai putri bernama Ummu Ashim. Wanita ini lalu dinikahi oleh Khalifah Abdul Aziz bin Marwan, dan mereka mendapatkan seorang anak laki-laki yang kemudian juga menjadi seorang khalifah yang terkenal zuhud, adil dan bijaksana, yaitu: Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Radhiyallohu Anhu.

Dalam memilih calon pendamping, seringkali kita hanya melihat dari luarnya saja. Yang sering dicari oleh orang-orang pada saat ini hanyalah kekayaan/materi, ketampanan, kecantikan, dan hal-hal lain yang bersifat duniawi. Padahal semua hal yang bersifat duniawi akan musnah sewaktu-waktu. Boleh saja kita mencari calon pendamping hidup yang tampan, cantik, kaya, gagah. Namun yang paling utama dari semua itu, carilah calon pendamping yang memiliki iman yang kuat, taat pada perintah Allah. Hanya dengan pendampping hidup yang bertakwa, kita akan mampu menemukan kehidupan rumah tangga yang bahagia dan penuh rahmat, Insya Allah.Nabi saw sudah memberikan sebuah peringatan: “Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin kecantikannya itu bisa mencelakakan. Dan jangan kamu kawini wanita karena hartanya, mungkin hartanya itu bisa menyombongkannya. Akan tetapi kawinilah mereka karena agamanya, sesungguhnya seorang hamba sahaya yang hitam warna kulitnya tetapi beragama, itu jauh lebih utama”. (HR Ibnu Majah, Al-Bazar, dan Al-Baihaqi dari Abdullah bin Umar).

Selasa, 26 Juli 2011

karena DIA,,,,

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•​*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Siapa yang mencintai seseorang karena Allah, kemudian seseorang yang dicintainya itu berkata, “Aku juga mencintaimu karena Allah.” Maka keduanya akan masuk surga. Orang yang lebih besar cintanya akan lebih tinggi derajatnya daripada yang lainnya. Ia akan digabungkan dengan orang-orang yang mencintai karena Allah" (Al-Hadist)
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•​*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Dalam kerinduan cahaya.....
Perlahan Engkau tuntun hati,
Engkau percikkan cahaya bagi nurani....
Engkau jelajahkan dalam perjalanan ruhani....
Untuk menemukan sebuah makna cinta yang hakiki.....
Cinta yang terlahir dari-Mu, Untuk-Mu, Karena-Mu......


Memandang Mozaik kehidupan,
Dalam wajah-wajah cinta,
kutemukan bahagia,

Ayah Bunda tercinta,
kalian adalah anugerah terindah,
kuingin jumpa hingga syurga....
rindukan anandamu hingga syurga..
duhai ayahbunda tercinta...
semoga Allah mencintaimu selalu...
Menguatkan mu dalam sabar,syukur,
dan manisnya iman bertahta di jiwa..
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•​*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
saudaraku sayang,
uninda, adinda, dan pangeran kecilku....
kalian memberi kekuatan bagi jiwa,
warna bagi cinta,
sungguh ku ingin bercengkerama penuh cinta
hingga syurga....

sahabat-sahabat jiwa,
yang kujaga dalam tulus kasih karena-Nya
yang kurindu dalam senandung munajat cinta,
yang kusyukuri atas jalinan penuh makna,
yang kudamba terbingkai indah dalam
manisnya ukhuwwah hingga syurga....
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•​*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Untuk Wajah-wajah peri kecil yang meramaikan keceriaan hariku,
kalian adalah kerinduanku, kalian adalah asa dalam doaku,
untuk tumbuh menjadi mujahid-mujahidah yang teguh mengemban risalah agama,para pejuang, pecinta Allah....
semoga taman syurga kembali jumpakan kita adik-adikku tersayang....
dalam canda, tawa, dan senyum yang terpancar penuh pesona ....

Untuk sahabat-sahabat ku di jalan Allah,
yang membersamai belajarku,
di universitas kehidupan.....
semoga Alloh kekalkan ikatan jiwa hingga syurga,
hingga majelis syurga menjadi tempat kita mensyukuri,
tiap derap perjuangan untuk istiqomah dijalan-Nya.....

Untuk Cinta yang kujaga dikedalaman jiwa,
yang kelak kan Alloh pertemukan dalam mahligai terindah,
yang kelak kan bersama membangun sebuah miniatur syurga dunia....
yang kini Allah rahasiakan jati dirinya, yang dengannya Alloh berikan waktu,
Untuk kuperbaiki diri ini, untukku memantaskan akan sebuah takdir baik,
hingga kelak berjumpa dalam sebuah ikatan suci nan mulia,
untuk bersama, berjuang menuju syurga...
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•​*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Dalam tiap detik waktu,
menjadi juang memantaskan akan sebuah takdir baik dari-Nya,
meski kala ku rindu cinta untuk syurga,
seketika pula terbayang segala bukit dosa,
merintih dalam bayang adzab yang tak kan mampu tertanggung
meski sejeda masa,

Duhai Dzat yang Maha penyayang,
izinkan syurga kurindukan, karenaMU,
Untuk sebuah Cinta tertinggi.....
Untuk Engkau yang telah begitu Maha Baik pada diri berpeluh nista ini....
Kudamba Menjumpa Wajah Mulia-Mu, Ya Allah, Kekasih Sejati....

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•​*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Allah tunjukkan jalan keberkahan-Mu,
Untuk menjemput takdir baik dari-Mu....
Dalam perjalanan kehidupan,
yang adalah sebuah perjuangan hingga akhir hayat menjelang,
yang adalah untuk menanam sebanyak-banyak kebaikan,
untuk kita tuai di negeri akhirat dengan gemilang,

jadikanlah dunia ladang investasi penuh amal
berlandas ilmu,dalam sinaran keikhlasan.....

yang dalam tiap episodenya,
akan berpadu banyak cinta,
dan jadikanlah tiap degup jiwaku, terjaga iman,
terselimutkan cita ridho-Mu
Hingga cinta terbangun hingga Istana Syurga...

Untuk Cinta Hingga Ke Syurga....................

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•​*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Sesungguhnya Allah Subhanalloh wa Ta'ala pada hari kiamat berfirman : “Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan naungan-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku” (H.R. Muslim)
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•​*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Amalan yang Keliru di Bulan Ramadhan

Berikut adalah beberapa kesalahan yang dilakukan di bulan Ramadhan yang tersebar luas di tengah-tengah kaum muslimin.

1. Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan

Tidaklah tepat keyakinan bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat (yang dikenal dengan “nyadran”). Kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian. Namun masalahnya adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk nyadran atau nyekar. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang menuntunkan hal ini.

2. Padusan, Mandi Besar, atau Keramasan Menyambut Ramadhan

Tidaklah tepat amalan sebagian orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar atau keramasan terlebih dahulu. Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yang dikenal dengan “padusan”) ada juga yang melakukannya campur baur laki-laki dan perempuan dalam satu tempat pemandian. Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?!

3. Menetapkan Awal Ramadhan dengan Hisab

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya kami adalah umat yang buta huruf. Kami tidak memakai kitabah (tulis-menulis) dan tidak pula memakai hisab (dalam penetapan bulan). Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Bazizah mengatakan,”Madzhab ini (yang menetapkan awal ramadhan dengan hisab) adalah madzhab bathil dan syari’at ini telah melarang mendalami ilmu nujum (hisab) karena ilmu ini hanya sekedar perkiraan (dzon) dan bukanlah ilmu yang pasti (qoth’i) atau persangkaan kuat. Maka seandainya suatu perkara (misalnya penentuan awal ramadhan, pen) hanya dikaitkan dengan ilmu hisab ini maka agama ini akan menjadi sempit karena tidak ada yang menguasai ilmu hisab ini kecuali sedikit sekali.” (Fathul Baari, 6/156)

4. Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa Satu atau Dua Hari Sebelumnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa mengerjakan puasa pada hari tersebut maka puasalah.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dho’if Sunan Nasa’i)

Pada hari tersebut juga dilarang untuk berpuasa karena hari tersebut adalah hari yang meragukan. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan maka dia telah mendurhakai Abul Qasim (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dho’if Sunan Tirmidzi)

5. Melafazhkan Niat “Nawaitu Shouma Ghodin…”

Sebenarnya tidak ada tuntunan sama sekali untuk melafazhkan niat semacam ini karena tidak adanya dasar dari perintah atau perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu pula dari para sahabat. Letak niat sebenarnya adalah dalam hati dan bukan di lisan. An Nawawi rahimahullah –ulama besar dalam Madzhab Syafi’i- mengatakan,

“Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama.” (Rowdhotuth Tholibin, I/268, Mawqi’ul Waroq-Maktabah Syamilah)

6. Membangunkan “Sahur … Sahur”

Sebenarnya Islam sudah memiliki tatacara sendiri untuk menunjukkan waktu bolehnya makan dan minum yaitu dengan adzan pertama sebelum adzan shubuh. Sedangkan adzan kedua ketika adzan shubuh adalah untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Inilah cara untuk memberitahu kaum muslimin bahwa masih diperbolehkan makan dan minum dan memberitahukan berakhirnya waktu sahur. Sehingga tidak tepat jika membangunkan kaum muslimin dengan meneriakkan “sahur … sahur ….” baik melalui speaker atau pun datang ke rumah-rumah seperti mengetuk pintu. Cara membangunkan seperti ini sungguh tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak pernah dilakukan oleh generasi terbaik dari ummat ini. Jadi, hendaklah yang dilakukan adalah melaksanakan dua kali adzan. Adzan pertama untuk menunjukkan masih dibolehkannya makan dan minum. Adzan kedua untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu memiliki nasehat yang indah, “Ikutilah (petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen), janganlah membuat bid’ah. Karena (sunnah) itu sudah cukup bagi kalian.” (Lihat pembahasan at Tashiir di Al Bida’ Al Hawliyah, hal. 334-336)

7. Pensyariatan Waktu Imsak (Berhenti makan 10 atau 15 menit sebelum waktu shubuh)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Makan dan minumlah. Janganlah kalian menjadi takut oleh pancaran sinar (putih) yang menjulang. Makan dan minumlah sehingga tampak bagi kalian warna merah yang melintang.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Khuzaimah. Dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abu Daud, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan shahih). Maka hadits ini menjadi dalil bahwa waktu imsak (menahan diri dari makan dan minum) adalah sejak terbit fajar shodiq –yaitu ketika adzan shubuh dikumandangkan- dan bukanlah 10 menit sebelum adzan shubuh. Inilah yang sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Dalam hadits Anas dari Zaid bin Tsabit bahwasanya beliau pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas berkata, “Berapa lama jarak antara adzan Shubuh dan sahur kalian?” Kemudian Zaid berkata, “Sekitar 50 ayat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Lihatlah berapa lama jarak antara sahur dan adzan? Apakah satu jam?! Jawabnya: Tidak terlalu lama, bahkan sangat dekat dengan waktu adzan shubuh yaitu sekitar membaca 50 ayat Al Qur’an (sekitar 10 atau 15 menit)

8. Do’a Ketika Berbuka “Allahumma Laka Shumtu wa Bika Aamantu…”

Ada beberapa riwayat yang membicarakan do’a ketika berbuka semacam ini. Di antaranya adalah dalam Sunan Abu Daud no. 2357, Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 481 dan no. 482. Namun hadits-hadits yang membicarakan amalan ini adalah hadits-hadits yang lemah. Di antara hadits tersebut ada yang mursal yang dinilai lemah oleh para ulama pakar hadits. Juga ada perowi yang meriwayatkan hadits tersebut yang dinilai lemah dan pendusta (Lihat Dho’if Abu Daud no. 2011 dan catatan kaki Al Adzkar yang ditakhrij oleh ‘Ishomuddin Ash Shobaabtiy).

Adapun do’a yang dianjurkan ketika berbuka adalah,

“Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)” (HR. Abu Daud. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud)

9. Dzikir Jama’ah Dengan Dikomandoi dalam Shalat Tarawih dan Shalat Lima Waktu

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah tatkala menjelaskan mengenai dzikir setelah shalat, “Tidak diperbolehkan para jama’ah membaca dizkir secara berjama’ah. Akan tetapi yang tepat adalah setiap orang membaca dzikir sendiri-sendiri tanpa dikomandai oleh yang lain. Karena dzikir secara berjama’ah (bersama-sama) adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam yang suci ini.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 11/189)

10. “Ash Sholaatul Jaami’ah…” untuk Menyeru Jama’ah dalam Shalat Tarawih

Ulama-ulama Hambali berpendapat bahwa tidak ada ucapan untuk memanggil jama’ah dengan ucapan “Ash Sholaatul Jaami’ah…” Menurut mereka, ini termasuk perkara yang diada-adakan (baca: bid’ah). (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 2/9634, Asy Syamilah)

11. Bubar Terlebih Dahulu Sebelum Imam Selesai Shalat Malam

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih). Jika imam melaksanakan shalat tarawih ditambah shalat witir, makmum pun seharusnya ikut menyelesaikan bersama imam. Itulah yang lebih tepat.

12. Perayaan Nuzulul Qur’an

Perayaan Nuzulul Qur’an sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga tidak pernah dicontohkan oleh para sahabat. Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengatakan,

“Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita untuk melakukannya.” Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya. (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, pada tafsir surat Al Ahqof ayat 11)

13. Membayar Zakat Fithri dengan Uang

Syaikh Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz mengatakan, “Seandainya mata uang dianggap sah dalam membayar zakat fithri, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjelaskan hal ini. Alasannya, karena tidak boleh bagi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhirkan penjelasan padahal sedang dibutuhkan. Seandainya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membayar zakat fithri dengan uang, tentu para sahabat –radhiyallahu ‘anhum- akan menukil berita tersebut. Kami juga tidak mengetahui ada seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membayar zakat fithri dengan uang. Padahal para sahabat adalah manusia yang paling mengetahui sunnah (ajaran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang yang paling bersemangat dalam menjalankan sunnahnya. Seandainya ada di antara mereka yang membayar zakat fithri dengan uang, tentu hal ini akan dinukil sebagaimana perkataan dan perbuatan mereka yang berkaitan dengan syari’at lainnya dinukil (sampai pada kita).” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 14/208-211)

14. Tidak Mau Mengembalikan Keputusan Penetapan Hari Raya kepada Pemerintah

Al Lajnah Ad Da’imah, komisi Fatwa di Saudi Arabia mengatakan, “Jika di negeri tersebut terjadi perselisihan pendapat (tentang penetapan 1 Syawal), maka hendaklah dikembalikan pada keputusan penguasa muslim di negeri tersebut. Jika penguasa tersebut memilih suatu pendapat, hilanglah perselisihan yang ada dan setiap muslim di negeri tersebut wajib mengikuti pendapatnya.” (Fatawa no. 388)

Demikian beberapa kesalahan atau kekeliruan di bulan Ramadhan yang mesti kita tinggalkan dan mesti kita menasehati saudara kita yang lain untuk meninggalkannya. Tentu saja nasehat ini dengan lemah lembut dan penuh hikmah.

Semoga Allah memberi kita petunjuk, ketakwaan, sifat ‘afaf (menjauhkan diri dari hal yang tidak diperbolehkan) dan memberikan kita kecukupan. Semoga Allah memperbaiki keadaan setiap orang yang membaca risalah ini.

Wa shallallahu wa salaamu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Amalan-Amalan Di Bulan Ramadhan

Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan lagi, padahal rasanya baru saja kita melewati Ramadhan tahun lalu. Ramadhan juga punya makna tersendiri di hati umat Islam. Bulan ini adalah bulan rihlah ruhaniyah (wisata rohani). Umat Islam melepas belenggu materialisme dunia dengan menghidupkan dunia ruhiyah. Sebulan penuh umat Islam menjalani proses tadzkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Sebulan penuh umat Islam melakukan riyadhatur ruhiyah (olah rohani).

Sebulan penuh umat Islam bagai ulat dalam kepompong Ramadhan. Diharapkan di akhir Ramadhan kondisi rohani mereka secantik kupu-kupu. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]

Amal-amal apa saja yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan agar kita bisa memperoleh derajat takwa?

1. Berpuasa (Shiyam)
Amal yang utama di bulan Ramadhan tentu saja berpuasa. Hal ini diperintahkan Allah swt. dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 183-187. Karena itu, agar puasa kita tidak sia-sia, perdalamlah wawasan kita tentang puasa yang benar dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya. Sebab, puasa bukan sekadar tidak makan dan tidak minum. Tapi, ada rambu-rambu yang harus ditaati.

Kata Rasulullah saw., “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)

Jangan pernah tidak berpuasa sehari pun tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Meninggalkan puasa tanpa uzur adalah dosa besar dan tidak bisa ditebus meskipun orang itu berpuasa sepanjang masa.
“Barangsiapa tidak puasa pada bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa alasan rukhshah atau sakit, hal itu (merupakan dosa besar) yang tidak bisa ditebus bahkan seandainya ia berpuasa selama hidup,” begitu kata Rasulullah saw. (HR. At-Turmudzi)

Jauhi hal-hal yang dapat mengurangi dan menggugurkan nilai puasa Anda. Inti puasa adalah melatih kita menahan diri dari hal-hal yang tidak benar. Bila hal-hal itu tidak bisa ditinggalkan, maka nilai puasa kita akan berkurang kadarnya.
Rasulullah saw. bersabda, “Bukankah (hakikat) puasa itu sekadar meninggalkan makan dan minum, melainkan meninggalkan perbuatan sia-sia dan kata-kata bohong.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).

Rasulullah saw. juga berkata, “Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong bahkan mempraktikkanya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekadar meninggalkan makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semua itu tidak akan bisa kita lakukan kecuali dengan bersungguh-sungguh dalam melaksankannya. Dengan begitu, puasa yang kita lakukan menghasilkan ganjaran dari Allah berupa ampunNya. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan, maka akan diampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Salah satu bentuk kesungguhan dalam berpuasa adalah, melakukan makan sahur sebelum tiba waktu subuh.
Rasulullah saw. menerangkan, “Makanan sahur semuanya bernilai berkah, maka jangan Anda tinggalkan, meskipun hana dengan seteguk air. Alah dan para malaikat mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur.”

Selain sahur, menyegerakan berbuka ketika magrib tiba, juga bentuk kesungguhan kita dalam berpuasa.
“Sesungguhnya termasuk hamba Allah yang paling dicintai olehNya ialah mereka yang menyegerakan berbuka puasa,” begitu kata Rasulullah saw. Rasulullah saw. memberi contoh bersegera berbuka puasa walaupun hanya dengan ruthab (kurma mengkal), tamar (kurma), atau seteguk air. (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Selama berpuasa, jangan lupa berdoa. Doa yang banyak. Sebab, doa orang yang berpuasa mustajab. Ini kata Rasulullah saw., “Ada tiga kelompok manusia yang doanya tidak ditolak oleh Allah. Yang pertama ialah doa orang-orang yang berpuasa sehingga mereka berbuka.” (HR. Ahmad dan Turmudzi).


2. Membaca Al-Qur’an (Tilawah)
Al-Qur’an diturunkan perama kali di bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah saw. lebih sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain. Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.

Buat target. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam sebulan, maka di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Ini bisa dijadikan program unggulan bersama keluarga.

3. Memberikan makanan (Ith’amu ath-tha’am)
Amal Ramadhan yang juga dianjurkan Rasulullah saw. adalah memberikan santapan berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. “Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)

Sebenarnya memberi makan untuk orang berbuka hanyalah salah satu contoh bentuk kedermawanan yang ingin ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah yang bisa kita lakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli dan sigap menolong orang lain adalah sifat yang ingin dilatih dari orang yang berpuasa.

4. Perhatikan kesehatan
Berpuasa adalah ibadah mahdhah. Tapi orang yang berpuasa juga sebenarnya adalah orang yang peduli dengan kesehatan. Makanya Rasulullah saw. berkata, “Berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.” Tak heran jika selama berpuasa Rasulullah saw. tetap memperhatikan kesehatan giginya dengan bersiwak, berobat dengan berbekam, dan memperhatikan penampilan, termasuk tidak berwajah cemberut.

5. Jaga keharmonisan keluarga
Puasa adalah ibadah yang khusus untuk Allah swt. Tapi, punya efek yang luas. Termasuk dalam mengharmoniskan hubungan keluarga. Jadi, berpuasa bukan berarti menjauh dari istri karena taqarrub kepada Allah sepanjang malam. Bukan juga tiada hari tanpa i’tikaf. Rasulullah saw. berpuasa, tapi juga memenuhi hak-hak keluarganya.

Dalam praktik keseharian, hanya di bulan Ramadhan kita bisa makan bersama secara komplit sekeluarga, baik ketika berbuka atau sahur. Di bulan lain hal ini sulit dilakukan. Keharmonisan keluarga juga bisa kita dapatkan dari shalat berjamaah dan tadarrus bersama.

6. Berdakwah
Selama Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah yang luas. Karena, siapapun di bulan itu kondisi ruhiyahnya sedang baik sehingga siap menerima nasihat. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Rasulullah saw. bersabda, barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.

Jika mampu, jadilah pembicara di kultum ba’da sholat zhuhur, ashar, dan subuh di musholah atau masjid. Bisa juga menjadi penceramah di waktu tarawih. Jika tidak bisa berceramah, buat tulisan. Sebarkan ke orang-orang yang Anda temui. Jika tidak bisa, bisa mengambil artikel-artikel dari majalah, fotocopy, lalu sebarkan. Insya Allah, berkah.

Ini sebenarnya hanyalah langkah awal bagi kerja yang lebih serius lagi. Dengan melakukan hal-hal sederhana seperti di atas, sesungguhnya Anda sedang melatih diri untuk menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain. Kata Rasulullah saw., mukmin yang baik adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

7. Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)
Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (qiyamul ramadhan). Rasulullah saw., karena khawatir akan dianggap menjadi shalat wajib, melaksanakan shalat tarawih berjamaah bersama para sahabat tidak sepanjang Ramadhan. Ada yang meriwayatkan hanya tiga hari. Saat itu Rasulullah saw. melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan diwajibakannya shalat tarawih sudah tidak ada lagi, Umar bi Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).

Ibnu hajar Al-Asqalani Asy-Syafi’i berkata, “Beberapa riwayat yang sampai kepada kita tentang jumlah rakaat shalat tarawih menyiratkan ragam shalat sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing. Kadang ia mampu melaksanakan shalat 11 rakaat, kadang 21, dan terkadang 23 rakaat, tergantung semangat dan antusiasmenya masing-masing. Dahulu mereka shalat 11 rakaat dengan bacaan yang panjang sehingga mereka bertelekan dengan tongkat penyangga, sedangkan mereka shalat 21 atau 23 rakaat, mereka membaca bacaan-bacaan yang pendek dengan tetap memperhatikan masalah thuma’ninah sehingga tidak membuat mereka sulit.”

Jadi, silakan Anda qiyamul ramadhan sesuai dengan kadar kemampuan dan antusiasme Anda.

8. I’tikaf
Inilah amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah saw. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Sayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat.”
Mudah-mudahan Anda bukan dari golongan yang kebanyakan itu.

9. Lailatul Qadar

Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga-jaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Kenapa? Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa :

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.”
Artinya :
"Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku."
(HR.at-Turmudzi, no.3513; Ibn Majah, no.3850; Ahmad, VI, 171; al-Hakim, I, 530; an-Nasa’i, ‘Amalul Yawm Wallailah, no.878; Lihat, Shahih at-Turmudzi, III, 170, no.2789)
10. Umrah

Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya akan berlipat-lipat. Rasulullah saw. berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara denagn haji bersama Rasulullah saw. (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.

12. Perbanyaklah Taubat
Selama bulan Ramadhan Allah swt. membukakan pintu ampunan bagi hamba-hambanya dan setiap malam bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hambaNya dari api neraka. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.


ayo siapkan diRi daLam menyambut datang nya BuLan Ramadhan yg penuh AMPunan... ^___^

Senin, 25 Juli 2011

* Ke'RENDAH'an HATI *

Hatiku ...jujurlah...
Kalau engkau tak sanggup menjadi cemara yang kokoh di puncak bukit ...
jadilah saja belukar yang teguh di tepi jurang...
Belukar itu senantiasa istiqomah dalam perjuangannya untuk hidup.
Ia belajar dari kesehariannya untuk mendewasakan batangnya,
batangnya yang menyanggahnya untuk tidak masuk ke dalam jurang...

Hatiku...ketahuilah!!!
Ternyata untuk menjadi belukar saja itu tidak mudah!!!
Belukar harus ikhlas agar ia tak iri pada cemara...
Belukar harus tawadhu agar ia tak sombong pada rumput...
Belukar tetap belukar sampai ia bisa berjumpa dengan Penciptanya...

Kalau engkau tak sanggup jadi belukar...jadilah saja rumput,
tetapi rumput yang senantiasa memperkuat pinggiran jalan...
Kalau engkau tak sanggup menjadi langit...jadilah saja bumi,
tetapi bumi yang setia dan ikhlas untuk dipijaki oleh setiap manusia.
Tidak semua insan sanggup berbuat seperti pengemis yang tawadhu',...
izzahnya tinggi walau orang lain merendahkannya...
karena ia mempunyai HATI sehingga dekat dengan sang Robbi...

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥ hamba ﷲ♥::♥::♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫

"Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian rendah hati hingga
tidak ada seorang pun yang berbuat jahat atas yang lain dan tidak berbangga satu orang atas yang lain." (HR Abu Daud).

Allah memberikan jaminan kepada orang-orang yang rendah hati untuk mengangkat derajatnya, meneguhkan posisinya, meningkatkan kedudukannya. Ini semua tak lebih karena dalam rendah hati itu ada kasih yang bergelora pada orang lain, ada cinta yang membahana pada mereka sehingga dia beranggapan bahwa tidaklah pantas dirinya menganggap orang lain lebih tidak berharga, lebih rendah, dan tak bermakna.

Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda, "Tidaklah ada dalam tawadhu itu kecuali akan mengangkat derajat seorang hamba. Maka, rendah hatilah niscaya Allah akan mengangkat derajat kalian." (HR Ad-Dailami). "Barang siapa rendah hati karena Allah, Allah akan angkat (kedudukannya)." (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Dan, Allah tentu akan memperlakukan orang yang berlaku sebaliknya, yang sombong akan Allah rendahkan derajatnya sebagaimana yang menimpa iblis
yang durhaka pada Tuhannya. "Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kamu semua kepada Adam', lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata, 'Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah'?" (QS Al-Isra [17]: 61).

Rendah hati adalah mahkota orang-orang Sholeh ...
hiasan diri kaum mukmin sejati. Rendah hati adalah obat yang menyembuhkan kesombongan dan mematikan keangkuhan, mengerdilkan ketakaburan.
Tak banyak orang yang mampu berlaku rendah hati karena ia memang sifat mulia yang hanya bisa dimiliki oleh orang-orang mulia, ia sikap terhormat yang hanya pantas disandang pada pundak orang-orang terhormat pula...Wallahu Musta'an ...

(¯`v´¯) (¯`v´¯) ____`•.¸AAMIIN¸.•`____ ( ¯`v´¯) (¯`v´ ¯)
`•.¸.•`... `•.¸.•`____SUBHANALLOH____`•.¸.•` ...`•.¸​.•`
(¯`v´¯)._____ •♥•.¸.•*¨).••♥•♥••.(¸. •´.•♥•._____ (¯`v´¯)
`•.¸.•`_________¶**¶___________¶**¶_______`•.¸.•`
___________*¶*___*¶*_____*¶*__ __*¶*
__________*¶*_______*¶*¶*_____ ___*¶*
_________*¶*__________*_______ ____*¶*
_________*¶*__________________ ____*¶*
_________*¶*________ اﷲ___ اﷲ______*¶*
__________*¶*_________________ ___*¶*
___________*¶*________________ _ _*¶*
_____________*¶*_____*____*___ *¶*
______________*¶*____________* ¶ *
________________*¶*________*¶*
__________________*¶*____*¶*
____________________*¶_*¶*
______________________*¶
________♥•*¨*•♥•*¨*•♫♥•* *•♥♫•*¨*•♥•*¨*•♥________

Minggu, 24 Juli 2011

~..~ SENI HIDUP ~..~

SENI tidak lebih penting daripada HIDUP

Namun HIDUP terasa MENYEDIHKAN bila TANPA SENI

Orang yang tidak tahu cara HIDUP YANG BAIK

Harus bisa MENINGGAL dengan BAIK

Jika orang membungkus dirinya SENDIRI

Ia akan membuat BUNGKUSAN YANG CANTIK

Senyum adalah KUNCI pembuka RUMAH KEBAHAGIAAN

KASIH SAYANG adalah PINTUNYA

Sikap SELALU GEMBIRA adalah TAMANNYA

IMAN adalah CAHAYANYA

RASA AMAN adalah DINDINGNYA

KEBAHAGIAAN adalah ketika seseorang memiliki WAJAH YANG CERAH,

kebun yang HIJAU, Air minum yang SEJUK, Buku (bacaan) YANG BERMANFAAT, Hati yang BERSYUKUR, Terjauh dari MAKSIAT, serta MENCINTAI KEBAIKAN

KENIKMATAN DUNIA adalah FATAMORGANA

PENDERITAAN atau MUSIBAH adalah PENGHAPUS DOSA

KEMARAHAN adalah API YANG MENGHANGUSKAN

WAKTU KOSONG adalah KERUGIAN

IBADAH adalah PERNIAGAAN

KENIKMATAN DUNIA berada dalam KESEHATAN

Kenikmatan MASA MUDA berada dalam SEMANGAT dan KREATIVITAS

KEMULIAAN ada dalam TAKWA

KEHORMATAN ada dalam HARTA

KEPRIBADIAN YANG BAIK ada dalam KESABARAN

Jangan TERLALU BERAMBISI untuk mengerjakan seluruh yang di dengar

Jangan terlalu BERHARAP kepada Teman

Jangan mengerjakan SELURUH KEINGINAN

KEUNGGULAN dalam BERKATA-KATA menciptakan KEPERCAYAAN DIRI

KEUNGGULAN dalam BERPIKIR menciptakan SESUATU YANG SANGAT BESAR

KEUNGGULAN dalam MEMBERI menciptakan CINTA

Orang yang SABAR dan TOLERAN akan DIHORMATI

Orang yang PELIT DAN SERAKAH akan DIBENCI

Orang yang GEMAR berbuat KEBAIKAN akan DICINTAI

Orang yang sering MEMINTA-MINTA akan DIJAUHI

Mereka yang ORIENTASI hidupnya untuk DUNIA

Maka ia hanya akan mendapatkan DUNIA

( bisa juga tidak mendapatkan apa-apa)

Mereka yang ORIENTASI hidupnya untuk AKHIRAT

Ia akan mendapatkan KEDUANYA... DUNIA dan AKHIRAT.

TINDAKAN MANUSIA BISA DI MODIFIKASI

Tetapi SIFAT MANUSIAWI tidak bisa di ubah

CINTA...

KEBAHAGIAAN...

KASIH SAYANG...

PERSAUDARAAN DAN PERSAHABATAN...

Tumbuh dari HATI YANG TULUS...

Ada SATU KATA yang membebaskan kita dari BEBAN HIDUP dan PENDERITAAN

SATU KATA itu adalah KASIH...

Hiduplah seperti BURUNG ...

Yang selalu AKTIF MENCARI REZEKI pagi dan petang ...

Dia tidak menghiraukan apa yang akan terjadi ESOK HARI ...

Dia tidak pernah KHAWATIR akan HARI ESOK...

Dia juga TIDAK BERHARAP pada siapapun...

TIDAK BERGANTUNG pada siapapun...

Kecuali pada Tuhannya

TIDAK MENYAKITI siapapun...

Serta terbang kian kemari dengan RIANG dan PENUH KELEMBUTAN

Bila KELEMBUTAN MELEKAT pada sesuatu pastilah ia akan MENGHIASINYA

Apabila TERLEPAS ia juga akan MEMPERBURUKNYA

Selamat menjalani hidup dengan indah...

Sabtu, 23 Juli 2011

Letter to sOMEone

Setelah beberapa waktu berpikir dengan akal dan merasakan dengan hati..

kini aq sadar….

ternyata selama ini banyak orang yang salah dalam memaknai arti kata “cinta”..

“pacaran”..

banyak orang mengidentikkannya dengan rasa cinta..

apakah pacaran itu solusi dari rasa cinta?

apakah hanya dengan pacaran, seberapa besar cinta itu dibuktikan?

apakah harus dengan sebuah ikatan yang tak pasti,

kita melampiaskan sebuah rasa yang sedemikian berharga?

HANYA SEBATAS ITU?

cobalah berpikir sekali lagi kawan!

APA HANYA SEBATAS ITU???

kurasa, kalo memang demikian adanya..

rasa itu menjadi tak lebih dari sekedar “NAFSU” belaka….

apakah itu yang dinamakan dengan rasa suka?

apakah itu yang dinamakan dengan rasa sayang?

apakah itu yang dinamakan dengan pembuktian rasa cinta….?

tolong renungkan!

cinta itu sebenarnya lebih dari sesuatu yang disebut dengan pacaran..

cinta itu sebenarnya lebih dari sekedar kata mesra..

cinta itu sebenarnya lebih berharga,

dari apapun makna cinta yang selama ini kita pikirkan..

maaf jika semua rasa ini harus kutahan dan kupendam dalam-dalam….

bukannya aq takut untuk mengungkapkannya padamu,

tetapi rasa ini tak cukup jika hanya sekedar aq ucapkan lewat kata-kata..

bukannya aq takut untuk memandangmu,

tetapi rasanya memang belum pantas aq memandang kecantikanmu itu..

bukanya aq takut untuk menyentuhmu,

namun, karena kau kuanggap terlalu suci tuk kusentuh..

aq tak butuh perasaan yang hanya sebatas kata!

aq tak butuh perasaan yang hanya sementara!

aq tak butuh rasa yang mudah datang dan kelak akan mudah lenyap begitu saja..

yang kubutuh hanya satu….

“Rasa Cinta Kualitas Syurga”

yach Nikah adalah Harga Mati

yang takkan pernah hilang,

walau waktu yang kan jadi penghalangnya….

jaga dirimu!

Kekasih Hatiku….

Jumat, 22 Juli 2011

Jangan sia-siakan waktumu ukhti...

"Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran” (Q.S Al-Ashr: 1-3)

Taujih ini bisa untuk semuanya, tapi khususnya untuk para akhwat, lebih khusus lagi bagi yang masih lajang Diambil dari berbagai sumber.Bagi akhwat yang masih lajang, mungkin banyak di antaranya yang sudah merindukan untuk menggenapkan setengah dien, tapi Allah masih belum mendatangkan jodohnya.Insya Allah hampir semuanya mengharapkan pasangan yang baik agamanya. Di antaranya ada yang menanti dengan sabar meskipun usia sudah menginjak kepala tiga. Ada yang tidak sabar menanti hingga akhirnya asal pilih aja, tidak menjadikan agama menjadi pertimbangan utamanya. Ada yang menantinya dengan santai aja, ntar kalo sudah waktunya ya datang sendiri . Ada pula yang hanya sekedar ingin, tapi tidak mempersiapkan menuju kesana. Tapi ada pula yang meskipun sudah siap dari segi usia, sudah punya maisyah tetapi belum punya keinginan menuju kesana.ukhti,Termasuk yang mana dirimu ukhti..? Bagaimanapun kondisimu ukhti…

jangan sia-siakan waktumu dalam masa penantian itu.

Jangan sia-siakan dengan angan-angan indah (karena belum tentu indah ) karena hal itu bisa membawamu pada zina hati. Jangan pula terlalu bersedih karena belum dapat jodoh juga. Ingatlah janji Allah dalam surat An Nuur:26,

“wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”

Jika kita ingin mendapatkan pasangan yang sholeh maka jadikan diri kita sholeh juga. Masih ada waktu bukan?Jangan sia-siakan pula waktu, pikiran dan tenagamu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat apalagi maksiat. Kurangi hal-hal yang mubah seperti nonton TV, jalan-jalan, shopping, dll yang berlebihan.Trus harus ngapain donk???Buanyak atuh yang bisa kita kerjakan. Kembangkan ilmu dan potensi yang kita miliki, bisa dengan menyelesaikan kuliah (bagi yang belum lulus) atau melanjutkan kuliah lagi, atau ikut kursus-kursus. Dalam hal profesi kita bisa mencari pekerjaan yang sesui dengan bidang atau minat kita tapi dipertimbangkan juga, save ga diri kita sebagai akhwat bekerja disana? Syukur kalau kita bisa bekerja sekaligus berdakwah dan mengembangkan ilmu kita disana, sekali dayung beberapa pulau terlampaui. OK?Trus coba kita pikirkan tentang masalah-masalah ummat? Jangan trus sibuk kuliah atau kerja tidak mikirkan tentang masalah ummat.

Ingat sabda Rasulullah, barangsiapa ketika bangun tidak memikirkan umatku maka dia tidak termasuk dalam umatku. Masalah-masalah ummat itu ada banyak kalau kita mau BUMBATA di sekitar kita. Tidak hanya mencermati saja, tapi yang penting cari solusi. Coba kita tanya diri kita, kalau kita menyatakan bangga terhadap Islam, apa yang sudah kita perbuat untuk Islam? Kalau kita sudah berkomitmen terhadap dakwah, sudah maksimalkah yang kita lakukan selama ini?Ada banyak orang di sekitar kita yang belum berIslam dengan benar, ada banyak yang ingin belajar Islam, ada banyak yang butuh dibina, tetapi terkadang kita justru ‘membinasakan’nya dengan menelantarkan mereka.

Trus apalagi yang bisa kita kerjakan? Siapkan bekal sebanyak-banyaknya mulai sekarang untuk membangun rumah tangga yang Islami dan membangn masyarakat yang Islami pula. Mulai persiapan spiritual, persiapan konsepsional, persiapan fisik, persiapan material dan persiapan sosial.Kalau ingin tahu lebih lanjut, baca buku dech, kalau ada waktu lain kali Insya Allah saya tuliskan. Oh ya, jangan lupa, belajar masak.

Tuh kan… banyak sekali yang bisa dan bahkan ada yang harus kita lakukan. Katanya Ust. Hasan Al Banna, Sesungguhnya beban yang kita miliki lebih banyak dari waktu yang tersedia. Banyak yang bisa kita kerjakan, jangan ditunda-tunda, mumpung kita masih punya banyak waktu luang.

Mumpung belum disibukkan oleh urusan rumah tangga, mengurus suami dan anak, dsb. Seorang ibu bercerita, masa-masa gadisnya dulu adalah masa-masa keemasan dimana dia punya banyak waktu untuk beramal, mengembangkan diri dan berkontribusi untuk ummat dan dakwah. Tapi bukan berarti trus ketika sudah berkeluarga dia tidak lagi bisa berdakwah dan beraktifitas, justru bertambah kontribusinya karena ada yang mendukung.dan membantu. Asalkan bisa memenejemen waktu dengan baik dan mempertimbangkan fiqih prioritas, Insya Allah bisa seimbang.

Yuk, jangan hanya berdiam diri saja, jangan termasuk golongan muslim yang duduk. Terus berkarya dan bersabarlah. Insya Allah Allah maha tahu yang terbaik buat kita, siapa dan kapan waktunya. Dengan waktu yang kita miliki kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan terus berkontribusi menuju kejayaan ummat.

..::Wallahu a’lam bishowab::..

“wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).

Kamis, 21 Juli 2011

Dan aku pun Heran,,,,"?"

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Wahai manusia !

Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi hidup bersuka ria.

Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi asyik mengumpulkan dan menumpuk harta.

Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak.

Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat, tapi ia menjalani hidupnya dengan bersantai-santai.

Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.

Aku heran pada intelektual, yang bodoh dalam soal moral.

Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.

Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya.

Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi segala perilakunya tapi ia berbuat durjana.

Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya, kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri, lalu diminta pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya, tapi berharap belas kasih orang lain.

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Sungguh.. tiada Tuhan kecuali Aku.. dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku.

Wahai manusia !

Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rezeki kepadamu, sementara engkau tidak pernah memujiKu. Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau lapang dada. Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.

Wahai manusia !

Setiap hari Aku mendatangkan rezeki untukmu. Sementara setiap malam malaikat datang kepada-Ku dengan membawa catatan perbuatan jelekmu. Engkau makan dengan lahap rezeki-Ku, namun engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepada-Ku. Aku kabulkan jika engkau memohon kepada-Ku. Kebaikan-Ku tak putus-putus mengalir untukmu. Namun

sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepada-Ku tiada henti.

Akulah pelindung terbaik untukmu. Sedangkan engkau hamba terjelek bagi-Ku. Kau raup segala apa yang Ku-berikan untukmu. Kututupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.

Aku sungguh sangat malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepada-Ku. Engkau melupakan diri-Ku dan mengingat yang lain.

Kepada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepada-Ku engkau merasa aman-aman saja.

Pada manusia engkau takut dimarahi, tetapi pada murka-Ku engkau tak peduli.”

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Ikhwan fillah, bersujudlah dan bertaubatlah kepada Allah SWT serta menangislah.. betapa banyak dosa yang telah kita perbuat selama ini..lihatlah betapa banyak kelalaian yang

telah kita lakukan selama ini.

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Ya Allah, kami bukanlah hambaMu yang pantas memasuki surga firdaus-Mu, tidak juga kami mampu akan siksa api neraka-Mu, berilah hamba-Mu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami, sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun, Sang Maha Agung. Ya Allah, dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai, anugrahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung, umur kami berkurang setiap hari, sedangkan dosa-dosa kami terus bertambah adakah jalan upaya bagi kami. Ya Allah, hamba-Mu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadap-Mu mengakui dosa-dosanya dan memohon kepada-Mu, ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan, bila Engkau Campakkan kami, kepada siapa dan kemana kami mesti berharap selain dari-Mu”. “Hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu”. (Ali bin Abi Talib)

Selasa, 19 Juli 2011

ISTIQARAH CINTA...

ASSALAMUALAIKUM....
Bismillahirrahmanirrahim..


Diatas Sejadah cintaku malam ini,
aku tertunduk pada gelap dan pekatnya malam,
meraba rahasia mu Ya ALLAH atas jodoh yang kan kau pilihkan untukku,
istikharah mencari jawaban tuk menggapai ridhaMu..

Dalam doa kubersimpuh pasrah,
memohon datangnya jawaban kepada Sang Pemberi Hidayah..

Bila jawaban itu masih tergantung di dada langit,
maka turunkanlah..
bila jawaban itu masih terpendam di perut bumi,
maka keluarkanlah,
bila jawaban itu sulit untuk kuraih,
maka mudahkanlah,
bila jawaban itu masih jauh,
maka dekatkanlah..

Duhai kekasih sejati, Engkau Maha cahaya, Engkau Cahaya di atas Cahaya.
Dalam kerinduan mendalam, dalam tatih meniti Pintu Cahaya,
aku di sini, bersimpuh tuk menjemput CINTA,
Cinta Seseorang Yang telah kau pilih kan semoga kan abadi di dunia dan Akhirat..

“Ya Allah, Tuhan yang Maha Memiliki Rahsia,
Tuhan yang Maha memegang kasih sayang seluruh jiwa kami,
Tuhan yang Maha Penentu, Tuhan yang Maha Menyatukan jiwa-jiwa kami,
ya Allah, aku merupakan hamba yang lemah,
hamba yang tidak mampu mengawal diriku daripada
fitrah seorang manusia yang memerlukan teman,
memerlukan kekasih, memerlukan suami/isteri, memerlukan keluarga..

Ya Allah aku tidak mampu menahan diriku daripada terjerumus ke dalam kemaksiatan.
Ya Allah, jika masanya telah tiba,
jika apa yang aku mohon ini merupakan sesuatu yang terbaik disisiMu ya Allah,
terbaik buat agamaku ya Allah, terbaik buat diriku, keluarga dan seluruh mukminin dan mukminat ya Allah,
maka aku memohon kepadaMu ya Allah agar aku ditemukan dengan jodoh yang terbaik di sisiMu ya Allah.
Setiap yang terbaik di sisiMu ya Allah, pasti terbaik buat diriku ya Allah.


Namun ya Allah,
jika masanya untuk dipertemukan dengan jodohku belum tiba ya Allah,
maka ya Allah, aku memohon kepadaMu agar Kau tunjukkan jalan-jalan untuk aku memiliki jodohku ya Allah.
Aku memohon agar Kau tunjukkan aku tuntutun-tuntutanMu yang perlu aku lakukan untuk memiliki jodohku ya Allah.
Ya Allah, Tuhan yang Maha Memakbulkan doa, Tuhan yang Maha Penentu jodoh..
ya Allah jauhilah aku daripada kemaksiatan,
jauhilah aku daripada perkara-perkara yang tidak dapat memberikan manafaat,
jauhilah aku daripada perkara-perkara yang Engkau murkai dan perkara-perkara yang menyesatkan diriku ya Allah.

Hanya padaMu saja tempat ku memohon petunjuk..
Berikanlah apa yang terbaik untukku di dunia dan akhirat,
Dan berikanlah hambaMu ini KEBAHAGIAAN yang Berpanjangan..
Amin ya Rahman..Amin ya Rahim..Amin ya Rabbal Alamin..

~..~ UKHTY CANTIK ENGKAU ADALAH AURAT ~..~

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh..

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM..

Dikatakan dalam hadits Rasulullah saw, bahwa wanita adalah aurat. Maka aurat itu wajib ditutupi. Semua tidak akan terealisasi jika penampilannya selalu memamerkan aurat, yang senantiasa menebar pesona keindahannya. Keindahan bentuk tubuh yang memikat, yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT kepadamu, misalnya paras cantik menawan dan memikat hati bagi siapapun yang melihatmu sampai mengundang decak kagum. Ingatlah! Semua itu akan ditelan usia. Wajah cantik akan keriput dimakan usia, kemudian mati dan jadi santapan cacing-cacing tanah dalam kuburnya.

Kecantikan fisik bukanlah menjadi jaminan keimananmu seseorang, lebih-lebih kecantikan itu bisa direkayasa.

Dari dalam hati akan muncul kecantikan yang hakiki. Dari dalam hati pula munculnya keimanan. Karena baik buruknya seseorang tergantung dari hatimu. “sesungguhnya, didalam tubuh terdapat segumpal daging, yang apabila ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya, dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, itulah hati.” (HR. Bukhari Muslim)

Agamamu dapat tampak dari luar, tapi imanmu hanya ada dalam hatimu. Mohonlah kepada Allah SWT untuk melunakkan hatimu dan membimbingmu ke Shirathal Mustaqim, bukan maqdlubi alaihim wallad dlaallin

Ketika mutiara memberi pesona pada wajah yang cantik

Dan meninggikan kecantikannya

Maka engkaulah wajah cantik

Yang memberi pesona pada mutiara

Ia tak menghiasimu

Tapi ia dihiasi oleh kecantikanmu...

Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Senin, 18 Juli 2011

Bilangan Kuaprim







Suatu bilangan asli disebut bilangan kuaprim jika memenuhi keempat syarat berikut.
  1. Tidak memuat angka nol.
  2. Angka-angka penyusun bilangan itu berbeda.
  3. Satu angka pertama dan satu angka terakhir merupakan bilangan prima atau bilangan kuadrat.
  4. Setiap pasang angka berurutan membentuk bilangan prima atau bilangan kuadrat

Sebagai contoh, kita periksa bilangan 971643.

  1. Yang pertama, 971643 tidak memuat angka nol.
  2. Angka-angka penyusun 971643 berbeda.
  3. Satu angka pertama dan satu angka terakhir dari 971643, yaitu 9 dan 3 merupakan bilangan prima atau bilangan kuadrat.
  4. Setiap pasang angka berurutan, yaitu 97, 71, 16, 64, dan 43 membentuk bilangan prima atau bilangan kuadrat.

Jadi 971643 merupakan bilangan kuaprim.

..::Jilbab Muslimah::..

..::Jilbab Muslimah::..
1. Meliputi Seluruh Badan Selain Yang Dikecualikan Syarat ini terdapat dalam firman Allah dalam surat An-Nuur : 31 berbunyi :

...“Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka (mertua) atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudar mereka (kakak dan adiknya) atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka (=keponakan) atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Juga firman Allah dalam surat Al-Ahzab : 59 berbunyi :

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin : “Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam Tafsirnya : “Janganlah kaum wanita menampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi, kecuali yang tidak mungkin disembunyikan.” Ibnu Masud berkata : Misalnya selendang dan kain lainnya. “Maksudnya adalah kain kudung yang biasa dikenakan oleh wanita Arab di atas pakaiannya serat bagian bawah pakiannya yang tampak, maka itu bukan dosa baginya, karena tidak mungkin disembunyikan.” 2. Bukan Berfungsi Sebagai Perhiasan

Ini berdasarkan firman Allah dalam surat An-Nuur ayat 31 berbunyi :

“Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka.”

Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu, yang menyebabkan kaum laki-laki melirikkan pandangan kepadanya. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 33 :

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti oang-orang jahiliyah.”

Juga berdasarkan sabda Nabi : “Ada tiga golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah dan mendurhakai imamnya serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya.” (Dikeluarkan Al-Hakim 1/119 dan disepakati Adz-Dzahabi; Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad; At-Thabrani dalam Al-Kabir; Al-Baihaqi dalam As-Syuaib). Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19). 3. Kainnya Harus Tebal (Tidak Tipis) Sebab yang namanya menutup itu tidak akan terwujud kecuali harus tebal. Jika tipis, maka hanya akan semakin memancing fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda :

“Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk.” Di dalam hadits lain terdapat tambahan : “Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian.” (At-Thabrani dalam Al-Mujam As-Shaghir hal. 232; Hadits lain tersebut dikeluarkan oleh Muslim dari riwayat Abu Hurairah. Lihat Al-HAdits As-Shahihah no. 1326).

Ibnu Abdil Barr berkata : Yang dimaksud oleh Nabi adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang. (dikutip oleh As-Suyuthi dalam Tanwirul Hawalik III/103). Dari Abdullah bin Abu Salamah, bahawsannya Umar bin Al-Khattab pernah memakai baju Qubthiyah (jenis pakaian dari Mesir yang tipis dan berwarna putih) kemudian Umar berkata : Jangan kamu pakaikan baju ini untuk istri-istrimu !. Seseorang kemudian bertanya : Wahai Amirul Muminin, Telah saya pakaikan itu kepada istriku dan telah aku lihat di rumah dari arah depan maupun belakang, namun aku tidk melihatnya sebagai pakaian yang tipis ! Maka Umar menjawab : Sekalipun tidak tipis, namun ia mensifati (menggambarkan lekuk tubuh). (Riwayat Al-Baihaqi II/234-235; Muslim binAl-Bitthin dari Ani Shalih dari Umar).Atsar di atas menunjukkan bahwa pakaian yang tipis atau yang mensifati dan menggambarkan lekuk-lekuk tubuh adalah dilarang. Yang tipis (transparan) itu lebih parah daripada yang menggambarkan lekuk tubuh (tapi tebal). Olehbkarena itu Aisyah pernah berkata : “Yang namanya khimar adalah yang dapat menyembunyikan kulit dan rambut.” 4. Harus Longgar (Tidak Ketat) Sehingga Tidak Dapat Menggambarkan Sesuatu Dari Tubuhnya Usamah bin Zaid pernah berkata : Rasulullah pernah memberiku baju Quthbiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku : “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Quthbiyah ?” Aku menjawab : Aku pakaiakan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda : “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Quthbiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.” (Ad-Dhiya Al-Maqdisi dalam Al-Hadits Al-Mukhtarah I/441; Ahmad dan Al-Baihaqi dengan sanad Hasan).

Aisyah pernah berkata : Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya. (Ibnu Sad VIII/71).

Pendapat yang senada juga dikatakan oleh Ibnu Umar : Jika seorang wanita menunaikan shalat, maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya : Baju, khimar dan milhafah (mantel). (Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf II:26/1).Ini semua juga menguatkan pendapat yang kami pegangi mengenai wajibnya menyatukan antara khimar dan jilbab bagi kaum wanita jika keluar rumah. 5. Tidak Diberi Wewangian Atau Parfum Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata : Rasulullah bersabda : “Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (An-Nasai II/283; Abu Daud II/192; At-Tirmidzi IV/17; Ahmad IV/100, Ibnu Khuzaimah III/91; Ibnu Hibban 1474; Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi). Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah bahwasannya Nabi bersabda :

“Jika salah seorang diantara kalian (kaum wanita) keluar menuju masjid, maka jangan sekali-kali mendekatinya dengan (memakai) wewangian.” (Muslim dan Abu Awanahdalam kedua kitab Shahih-nya; Ash-Shabus Sunan dn lainnya).

Dari Abu Hurairah bahwa ia berkata : Rasulullah bersabda : “Siapapun wanita yang memakai bakhur (wewangian yang berasal dari pengasapan), maka janganlah ia menyertai kami dalam menunaikan shalat Isya yang akhir.” (ibid)

Dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah : Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian menerpanya. Maka Abu Hurairah berkata : Wahai hamba Allah ! Apakah kamu hendak ke masjid ? Ia menjawab : Ya. Abu Hurairah kemudian berkata : Pulanglah saja, lalu mandilah ! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda : “Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangian menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi.” (Al-Baihaqi III/133; Al-Mundziri III/94).

Alasan pelarangannya sudah jelas, yaitu bahwa hal itu akan membangkitkan nafsu birahi. Ibnu Daqiq Al-Id berkata : Hadits tersebut menunjukkan haramnya memakai wewangian bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki (Al-Munawi dalam Fidhul Qadhir dalam mensyarahkan hadits dari Abu Hurairah). Saya (Al-Albany) katakan : Jika hal itu saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya? Tidak diragukan lagi bahwa hal itu jauh lebih haram dan lebih besar dosanya. Al-Haitsami dalam kitab AZ-Zawajir II/37 menyebutkan bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai wewangian dan berhias adalah termasuk perbuatan kabair (dosa besar) meskipun suaminya mengizinkan. 6. Tidak Menyerupai Pakaian Laki-Laki Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya.Dari Abu Hurairah berkata : Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria (Abu Daud II/182; Ibnu Majah I/588; Ahmad II/325; Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi). Dari Abdullah bin Amru yang berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda : “Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita.” (Ahmad II/199-200; Abu Nuaim dalam Al-Hilyah III/321) Dari Ibnu Abbas yang berkata : Nabi melaknat kaum pria yang bertingkah kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang bertingkah kelaki-lakian. Beliau bersabda : “Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan.” Dalam lafadz lain : “Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria.” (Al-Bukhari X/273-274; Abu Daud II/182,305; Ad-Darimy II/280-281; Ahmad no. 1982,2066,2123,2263,3391,3060,3151 dan 4358; At-Tirmidzi IV/16-17; Ibnu Majah V/189; At-Thayalisi no. 2679). Dari Abdullah bin Umar yang berkata : Rasulullah bersabda : “Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu).” (An-Nasai !/357; Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi; Al-Baihaqi X/226 dan Ahmad II/182). Dalam haits-hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya.Ini bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya, kecuali hadits yang pertama yang hanya menyebutkan hukum dalam masalah pakaian saja. 7. Tidak Menyerupai Pakaian Wanita-Wanita Kafir

Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka. Dalilnya : Firman Allah surat Al-Hadid : 16, berbunyi : “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata dalam Al-Iqtidha hal. 43 : Firman Allah “Janganlah mereka seperti…” merupakan larangan mutlak dari tindakan menyerupai mereka, di samping merupakan larangan khusus dari tindakan menyerupai mereka dalam hal membatunya hati akibat kemaksiatan. Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini (IV/310) berkata : Karena itu Allah melarang orang-orang beriman menyerupai mereka dalam perkara-perkara pokok maupun cabang.Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) : “Raaina” tetapi katakanlah “Unzhurna” dan dengarlah. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.” Ibnu Katsir I/148 berkata : Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mnyerupai ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan orang-orang kafir. Sebab, orang-orang Yahudi suka menggunakan plesetan kata dengan tujuan mengejek. Jika mereka ingin mengatakan “Denagrlah kami” mereka mengatakan “Raaina” sebagai plesetan kata “ruunah” (artinyaketotolan) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 46. Allah telah memberitahukan (dalm surat Al-Mujadalah : 22) bahwa tidak ada seorang mumin yang mencintai orang-orang kafir. Barangsiapa yang mencintai orang-orang kafir, maka ia bukan orang mumin, sedangkan tindakanmenyerupakan diri secara lahiriah merupakan hal yang dicurigai sebagai wujud kecintaan, oleh karena itu diharamkan. 8. Bukan Pakaian Untuk Mencari Popularitas (Pakaian Kebesaran) Berdasarkan hadits Ibnu Umar yang berkata : Rasulullah bersabda : “Barangsiapa mengenakan pakaian (libas) syuhrah di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnyadengan api neraka.” (Abu Daud II/172; Ibnu Majah II/278-279). Libas Syuhrah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakain tersebut mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan dunia dan perhiasannya,maupun pakaian yang bernilai rendah, yang dipakai oleh seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya (Asy-Syaukani dalam Nailul Authar II/94). Ibnul Atsir berkata : “Syuhrah artinya terlihatnya sesuatu.Maksud dari Libas Syuhrah adalah pakaiannya terkenal di kalangan orang-orang yang mengangkat pandangannya mereka kepadanya. Ia berbangga terhadap orang lain dengan sikap angkuh dan sombong.”

bACA jUGA yANG iNI yAH,,,!!!

~L’Arc~en~Ciel~